Hai sahabatku, aku merangkulmu
Dengan penuh simpati yang tulus
Di dalam suka dan di dalam duka
Walaupun kita tak sebahagia mereka yang lain
Dihati ini masih kurasakan
Kasih sayangmu sebagai sahabat
Tenang, damai, menjanjikan bahagia
Dengan segala kemungkinan
Keberadaan tidak diukur
Oleh kilauan permata dan timbunan harta benda
Kita bersuka, kita berduka, kita bersatu
‘Tuk mengisi kebersamaan ini
Ingin esok segera tiba
Hari semakin lenggang
Ayun langkah semakin pasti
Saat terbayang kenangan manis
Bersama…
Bisik nurani semakin pasti
Cinta suci akan terpatri
Sejak kini dan hari nanti
Di sisi sahabat aku berdiri
Ku yang sendiri, yang menanti
Sebatas kemungkinan
Tiada kata, tiada gerak, tiada rasa
Di dalam jiwa, di dalam hati ini
Kosong dan hampa
Entahlah… Aku tak mengerti
Aku genggam duka dihatiku
Kala ku sadar sahabat telah jauh dariku
Bersyukurlah kepada Tuhan atas kenikmatan
Yang telah dianugerahkan-Nya
Bukan kilauan, bukan kilapan
Namun hati yang bersih
Dan tahu terima kasih
Dodyku
Kamis, 12 Juli 2012
KEKASIH JIWAKU
Untuk sahabat dan kekasih jiwa
Yang aku miliki
Di taman khayal dan menggantung di taman mimpi…
Desis duara mengalunkan
Makna ketenangan
Yang hatinya selalu
Mendayung dalam bentangan
Samudera kasih, cinta,
Dan keindahan…
Ketika air mata
Bermuara pada gelak
Tawa, adalah aliran
Ungkapan hati
Tidak dapat menyembunyikan
Cinta dari jiwa…
Yang aku miliki
Di taman khayal dan menggantung di taman mimpi…
Desis duara mengalunkan
Makna ketenangan
Yang hatinya selalu
Mendayung dalam bentangan
Samudera kasih, cinta,
Dan keindahan…
Ketika air mata
Bermuara pada gelak
Tawa, adalah aliran
Ungkapan hati
Tidak dapat menyembunyikan
Cinta dari jiwa…
Senin, 09 Juli 2012
Demokrasi
Arti Demokrasi adalah tidak bolehnya kita mempunyai keinginan yang
melanggar norma dan peraturan disuatu negara dengan mementingkan
keinginan agama(riskan) dan keinginan individu atau kelompo.
Artinya kalau tentang agama itu artinya Agama kamu ya agama kamu,agama aku ya agamaku dan tidak boleh saling mencampuri satu dengan yang lainnya karena sudah berbeda pandangan.
Kalau tentang keinginan individu adalah semua orang itu bebas berekpresi dan berpendapat,tp disuatu negara ini ingat ada peraturan mainnya dan tidak boleh membebaskan semua hal walaupun itu bertujuan baik.
Ini yang menyebabkan negara ini berbeda dan lebih istimewa dari negara lainnya.
Karena aku lihat banyak orang yang masih mementingkan keinginannya masing-masing dan kelompoknya walau harus melanggar peraturan disuatu negara.( ini yang aku ambil dari batalnya Lady gaga konser diindonesia apakah kalian tau eveknya kedepannya kalau memang tetep dilaknyanakan akan merusak negara semoga kalian berfikir sampai ke titik itu)
Terimakasih
Artinya kalau tentang agama itu artinya Agama kamu ya agama kamu,agama aku ya agamaku dan tidak boleh saling mencampuri satu dengan yang lainnya karena sudah berbeda pandangan.
Kalau tentang keinginan individu adalah semua orang itu bebas berekpresi dan berpendapat,tp disuatu negara ini ingat ada peraturan mainnya dan tidak boleh membebaskan semua hal walaupun itu bertujuan baik.
Ini yang menyebabkan negara ini berbeda dan lebih istimewa dari negara lainnya.
Karena aku lihat banyak orang yang masih mementingkan keinginannya masing-masing dan kelompoknya walau harus melanggar peraturan disuatu negara.( ini yang aku ambil dari batalnya Lady gaga konser diindonesia apakah kalian tau eveknya kedepannya kalau memang tetep dilaknyanakan akan merusak negara semoga kalian berfikir sampai ke titik itu)
Terimakasih
Surat Al-Baqarah ayat [28-29]
قَالَ اللهُ تَعَالَى :كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {28} هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُم مَّا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلىَ السَّمَآءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمُُ {29}
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan..[28]. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. [29].
Tafsirannya:
(28). (Mengapa kamu kafir kepada Allah); pertanyaan ini sebagai pengingkaran dan rasa heran terhadap kondisi mereka, seakan Dia Ta’ala berfirman: ‘mengapa kamu kafir kepada Allah padahal kamu mengetahui kisah ini dari awal hingga akhirnya?. (padahal kamu tadinya mati); yakni sebelum kamu diciptakan alias dari tiada. (lalu Allah menghidupkan kamu); yakni Dia menciptakan dan meniupkan ruh-mu. (kamu dimatikan); ketika ajalmu berakhir. (dan dihidupkan-Nya kembali); pada hari kiamat. (kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan); yakni dikumpulkan di al-Mauqif (padang Mahsyar) disisi Allah Ta’ala lalu Dia Ta’ala memberikan ganjaran atas semua perbuatanmu.
(29). (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu); sebagai kemuliaan dari-Nya dan nikmat bagi manusia serta perbekalan hidup dan kemanfaatan untuk waktu tertentu. (dan Dia berkehendak [menciptakan] langit); lafazh “Tsummas tawa: (artinya): ‘dan Dia berkehendak (menciptakan)’ ”, mashdar/kata bendanya adalah istiwa’. Jadi, al-Istiwa’ artinya meninggi dan naik keatas sesuatu sebagaimana makna firman Allah Ta’ala (dalam ayat yang lain-red): “Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu…”. (Q.S.Al-Mu’minun/23:28). (lalu dijadikan-Nya); meluruskan (menyempurnakan) penciptaannya (langit) sehingga tidak bengkok (tidak ada cacat didalamnya-red) [Zub]. (tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu); meskipun demikian Ilmu-Nya mencakup segala sesuatu, Maha Suci Dia Yang tiada ilah dan Rabb (Yang berhak disembah) selain-Nya. [Ays]
PETUNJUK AYAT:
sumber : http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatquran&id=16
“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan..[28]. Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. [29].
Tafsirannya:
(28). (Mengapa kamu kafir kepada Allah); pertanyaan ini sebagai pengingkaran dan rasa heran terhadap kondisi mereka, seakan Dia Ta’ala berfirman: ‘mengapa kamu kafir kepada Allah padahal kamu mengetahui kisah ini dari awal hingga akhirnya?. (padahal kamu tadinya mati); yakni sebelum kamu diciptakan alias dari tiada. (lalu Allah menghidupkan kamu); yakni Dia menciptakan dan meniupkan ruh-mu. (kamu dimatikan); ketika ajalmu berakhir. (dan dihidupkan-Nya kembali); pada hari kiamat. (kemudian kepada-Nya-lah kamu di kembalikan); yakni dikumpulkan di al-Mauqif (padang Mahsyar) disisi Allah Ta’ala lalu Dia Ta’ala memberikan ganjaran atas semua perbuatanmu.
(29). (Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu); sebagai kemuliaan dari-Nya dan nikmat bagi manusia serta perbekalan hidup dan kemanfaatan untuk waktu tertentu. (dan Dia berkehendak [menciptakan] langit); lafazh “Tsummas tawa: (artinya): ‘dan Dia berkehendak (menciptakan)’ ”, mashdar/kata bendanya adalah istiwa’. Jadi, al-Istiwa’ artinya meninggi dan naik keatas sesuatu sebagaimana makna firman Allah Ta’ala (dalam ayat yang lain-red): “Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas bahtera itu…”. (Q.S.Al-Mu’minun/23:28). (lalu dijadikan-Nya); meluruskan (menyempurnakan) penciptaannya (langit) sehingga tidak bengkok (tidak ada cacat didalamnya-red) [Zub]. (tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu); meskipun demikian Ilmu-Nya mencakup segala sesuatu, Maha Suci Dia Yang tiada ilah dan Rabb (Yang berhak disembah) selain-Nya. [Ays]
PETUNJUK AYAT:
- Mengingkari perbuatan kufur kepada Allah Ta’ala.
- Menegakkan hujjah/dalil atas adanya Allah, qudrat serta rahmatNya.
- Halalnya segala sesuatu * yang ada di muka bumi; baik makanan, minuman, pakaian serta tunggangan kecuali yang telah diharamkan berdasarkan dalil yang khusus dari Kitabullah atau as-Sunnah. Hal ini berdasarkan firman Allah:”Dia telah menciptakan ** bagi kamu semua apa yang ada di muka bumi”. [Ays]: (Syaikh Abu Bakar al-Jazairy berkata): “sebagian ulama berpendapat bahwa hukum asal segala sesuatu adalah dilarang/diharamkan hingga ada dalil yang membolehkannya/menghalalkannya sebab semua yang dimiliki tidak halal/boleh kecuali dengan seizin pemiliknya; ini merupakan pendapat lain yang baik untuk disebutkan disini”. [Ays]
** : (Syaikh Abu Bakar al-Jazairy berkata): “yakni; Dia telah menciptakan bagi kamu semua apa yang ada di muka bumi agar kamu dapat menghimpun kekuatan untuk berbuat ta’at, bukan untuk berbuat maksiat”. [Ays]
sumber : http://www.alsofwah.or.id/index.php?pilih=lihatquran&id=16
Langganan:
Postingan (Atom)

